Gairahkan Pariwisata, Kepri Buka ‘Kran’ Destinasi Wisata Mulai 21 April

Medianesia.id, Batam – Sebagai bentuk memulihkan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) melalui sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi Kepri mulai menggesa dibukanya ‘kran’ destinasi wisata. Khususnya di wilayah Lagoi di Bintan dan Nongsa Point Marina Batam untuk tahap awal.

Dua kawasan ini sudah siap dan siap menjalankannya dengan protokol kesehatan yang ketat serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukungnya.

Hal tersebut terungkap dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kepri, di Graha Kepri, Batam, Sabtu (13/3).

Rapat ini dipimpin langsung Gubernur H Ansar Ahmad. Hadir juga pada kesempatan itu Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina, Ketua DRPD Kepri Jumaga Nadeak, Sekdaprov Kepri H. TS. Arif Fadillah, Kapolda Kepri Irjend Pol Aris Budiman, Kajati Kepri Hari Setiyono, Danlantamal IV Laksamana Pertama Indarto Budiarto, Kepala Staf Kogabwilhan I Syafrudin, Kepala OPD Provinsi Kepri dan juga Sekdako Batam Jefridin.

Baca Juga  WOW, Trans Studio Garden Bakal Hadir di Tanjungpinang

Kesiapan di sektor pariwisata itu dimulai dengan vaksinisasi. Akhir pekan depan, Gubernur Ansar memastikan bahwa pelaku pariwisata akan di vaksin.

Dimana untuk tahap awal disediakan 2200 vial, yang diambilkan dari setok vaksin regular. Kekurangannya menunggu pengajuan ke pusat melalui kementrian kesehatan yang saat ini masih dalam proses.

Pemberian vaksin nanti juga diprioritaskan pula kepada masyarakat di kawasan tersebut. Ini semua dalam upaya kembali reaktivasi sektor pariwisata, tambahnya.

Di Lagoi, Bintan, meski ada 15 hotel, namun baru 4 (empat) hotel yang akan buka. Kawasan ini juga sudah menyiapkan perangkat Swab PCR. Meski sudah tersedia, kemungkinan cukup menggunakan Genose yang terbuktif efektif mendeteksi virus corona.

Baca Juga  Hadapi Situasi Kedaruratan, Karyawan ATB Dilatih Terampil Menghadapi Kebakaran

Saat ini, kata Gubernur, ada delapan GNose C19. Penggunaan GNose ini disambut baik mereka yang ingin berkunjung ke Kepri. Selain caranya yang mudah, juga biayanya yang murah.

“Secara umum mereka sangat siap. Mudah-mudahan langkah ini, menjadi awal yang baik mengembalikan Kepri sebagai daerah tujuan wisata. Sehingga perekonomian Kepri terus meningkat dan kembali mencapai pertumbuhan yang tinggi, dimana kasus penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan,” kata Ansar.

Menurut Gubernur, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan Singapura. Termasuk mendapat dukungan dari pemerintah pusat, yang juga melakukan perbincangan secara goverment to goverment.

Diperkirakan, mulai 21 April 2021 dua kawasan ini siap menerima wisatawan mancanegara. (Iman)