Duta Wisata Batam Diajak ‘Nyemplung’ ke Sawah oleh Petani Ini

Sukarjo, petani asal Temiang, Kota Batam, Provinsi Kepri berdiri di tengah sawah miliknya di hadapan finalis Duta Wisata Batam. foto/istimewa
Sukarjo, petani asal Temiang, Kota Batam, Provinsi Kepri berdiri di tengah sawah miliknya di hadapan finalis Duta Wisata Batam. foto/istimewa

Medianesia.id, Batam – Sukarjo, petani asal Temiang, Kota Batam, Provinsi Kepri berdiri di tengah sawah miliknya di hadapan finalis Duta Wisata Batam.

Saat itu, pria bersahaja ini kedatangan tamu istimewa yang merupakan 20 Encik dan Puan finalis Duta Wisata Batam.

“Terimakasih, telah memilih Jambu Madu Edufarm, sebagai venue field trip. Merasa bangga dan terhormat,” urainya.

Menyambutnya dengan sukacita, Sukarjo langsung menuntun mereka ‘nyemplung’ ke sawah, menjajal gimana rasanya jadi petani: membiarkan kulit disengat matahari dan kaki tangan dilumuri lumpur..

“No boots..no high heels..Semua nyeker!,”

Bertelanjang kaki, satu-satu diajak Sukarjo merandai bentangan sawahnya yang sempat viral beberapa waktu silam. Mulai dari menanam padi, menangkap ikan di kolam hingga berfashion show di pematang dan gubuk sawah yang beratapkan ilalang.

Duta Wisata Batam Diajak 'Nyemplung' ke Sawah

Sebelumnya, mereka sempat diedukasi tentang sawah, padi dan segala jerohannya sembari mencicipi sarapan khas petani, ubi dan jagung rebus.

“Lahir dan besar di Batam, seumur hidup, baru sekali ini saya ke sawah. Dikasih kesempatan pula belajar bercocok tanam padi. Its trully amazing experience,” seru salah satu finalis Duta Wisata.

Pagi hingga tengah hari itu, tak hanya Sukarjo yang sumringah, rona bahagia pun terpancar jelas di wajah-wajah para encik dan puan.

True..anak-anak zaman sekarang, tak semua tahu padi dan sawah. Terlebih lagi mereka yang lahir dan besar di pulau-pulau yang menumbukan hidup dari bahari.

Sukarjo berhasil. Tak cuma sukses mengusung sawah jadi destinasi, ia sempurna mengingat-sadarkan anak-anak zaman now. Bahwa nasi yang terhidang di meja makan, hasil peluh keringat petani. (iman)