oleh

Disnaker Ultimatum Pengusaha, THR Tidak Boleh Dipotong

Medianesia.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti memberikan peringatan dini bagi pengusaha di Kota Batam soal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). 

“Soal THR itu sudah ada aturannya. Pembayaran harus penuh, karena sudah ada perhitungannya,” ujar Rudi Sakyakirti, Senin (20/3/2023) di Batam. 

Menurutnya, THR wajib diberikan sekali setahun oleh perusahaan dan dibayarkan selambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Ditegaskannya, THR wajib dibayarkan, tidak boleh ada pemotongan. Setiap pekerja atau buruh bakal mendapatkan jumlah THR yang berbeda-beda, semua tergantung besaran gaji yang telah ditetapkan dan waktu mulai bekerja.

“Untuk karyawan yang berkerja di bawah satu tahun atau kurang dari 12 bulan maka hitungan THR akan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja (1 bulan gaji dibagi 12 bulan dikali masa kerja),” jelasnya. 

Lebih lanjut katanya, bagi yang sudah bekerja setahun penuh atau lebih, besaran THR adalah dibayarkan senilai satu kali gaji. 

Sedangkan untuk mereka yang bekerja kurang dari setahun, pembayaran THR adalah disesuaikan dengan perhitungan secara proporsional.

“Semua sudah ada hituangannya, sehingga tidak ada alasan perusahaan tidak membayar THR bagi pekerja,” jelasnya lebih lanjut. 

Ditanya apakah ada sanski bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan soal pengupahan ini? Sesuai peraturan, pengusaha yang terlambat memberikan THR juga dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan.

“Denda yang diberikan tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR kepada pekerjanya,” tutupnya.*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *