BP Batam Perpanjang Pengelolaan Air di Masa Transisi oleh PT Moya Indonesia Selama 3 Bulan

Medianesia.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menetapkan PT Moya Indonesia untuk melakukan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam di masa transisi 6 bulan kedepan terhitung 4 September 2020.

Namun, masih lambatnya proses tendernisasi pengelolan air bersih maka BP Batam bakal memperpanjang kontrak pengelolaan air bersih di masa transisi kepada PT Moya Indonesia selama 3 bulan kedepan terhitung Mei 2021.

“Tentang SPAM ini, sebagaimana diketahui bersama bahwa BP Batam sudah mengambil alih. Dan hari ini sudah hampir 4 bulan berjalan. Dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan dan institusi terkait guna menghindari adanya pelanggaran, akhirnya diambil kesimpulan bahwa pengelolaan air bersih di masa transisi yang dijalankan oleh PT Moya Indonesia kita perpanjang selama 3 bulan kedepan,” jelas Kepala BP Batam HM Rudi saat jumpa pers dengan awak media di Bida Marketing BP Batam pada Kamis (1/4/2021) sore.

Baca Juga  Hadapi Situasi Kedaruratan, Karyawan ATB Dilatih Terampil Menghadapi Kebakaran

Ia pun menyebutkan, nantinya bakal ada semacam konsultan yang akan membantu proses tersebut.

“Setelah konsultasi ke Kejaksaan tadi, dan memperbolehkan saya ‘hire’ konsultan, makanya kita tambah 3 bulan kedepan peengelolaan air bersih PT Moya Indonesia ini,” terangnya.

Dan tender pengelolaan air dengan masa konsesi 25 tahun kedepan nantinya, Kepala BP Batam menginginkan adanya sebuah strategi serius dan jitu yang pada akhirnya tidak sampai salah langkah seperti yang sudah terjadi pada pengelolaan air bersih di masa konsesi terdahulu.

“Intinya, ditender pengelolaan air bersih ini kita tidak ingin salah langkah. Dan saya tidak ingin BP Batam merugi nantinya. Dimana kenaikkan dan pertumbuhannnya harus jelas. Dan pada akhirnya kita tidak ingin BP Batam nombok. Makanya saya bolehkan hire konsultan dengen sebelumnya meminta masukan dari Kejati dan institusi lagi,” jelasnya.

Baca Juga  WOW, Trans Studio Garden Bakal Hadir di Tanjungpinang

Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam, Binsar Tambunan saat dihubungi IDNNews.id, Senin (22/3/2021) mengatakan bahwa, saat ini BP Batam tengah melakukan Probity Audit oleh BPKP.

Dimana Probity Audit merupakan kegiatan penilaian secara independen untuk memastikan bahwa proses pengadaan barang/jasa telah dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan prinsip integritas (integrity), kebenaran (uprightness), dan kejujuran (honesty) yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ilustrasi Air bersih
Ilustrasi Air bersih

Pihaknya pun menegaskan, saat ini sudah ada 4 perusahaan yang ada di Indonesia yang sudah mengirimkan surat minatnya ke BP Batam dalam mengikuti tender pengelolaan air bersih di Batam.

“Saat ini sudah ada peserta lelang mengirimkan surat menyatakan minatnya. Ada 4 perusahan dalam negeri yang tertarik dalam konsesi pengelolaan air di Batam selama 25 atau 30 tahun. Tapi saat ini masih dalam tahap kajian oleh BPKP dan pendampingan Kejati,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Tim Gabungan Razia Kafe Penjual Minuman Beralkohol

“Yang sudah mengirimkan surat menyatakan minat ke kita itu adalah ADARO, Menito, dan PJT (Perum Jasa Tirta). Setelah fix semua, akan kita proses di bulan April,” tutupnya. (Iman Suryanto)