Beras SPHP dan Minyakita Jadi Incaran di GPM Tanjungpinang

GPM Tanjungpinang
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tanjungpinang digelar sebagai langkah pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat menjelang Ramadan 2026, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Foto: Diskominfo Kepri

Medianesia.id, Tanjungpinang – Warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Batu 10, Senin, 9 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pantauan di lokasi, warga tampak mengantre di sejumlah stan yang menjual beras SPHP dan minyak goreng Minyakita.

Meski harus menunggu cukup lama, antusiasme warga tetap tinggi demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Turun 7 Februari 2026, UBS dan Galeri 24 Ikut Melemah

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual seharga Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram, sementara Minyakita dibanderol Rp15 ribu per paket.

“Kayak gini sangat membantu ibu-ibu, karena harganya lebih murah dibanding di pasar atau toko,” ujar Heni, salah seorang warga yang ikut mengantre.

Heni mengaku sengaja datang ke GPM untuk membeli beras SPHP dan Minyakita yang dijual oleh Bulog Tanjungpinang, karena selisih harga cukup terasa bagi kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Ekspor Perdana Ikan Hidup Natuna Tembus Pasar Hong Kong

“Lumayan buat hemat, selisihnya bisa Rp3 ribu sampai Rp4 ribu per item,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan Gerakan Pangan Murah digelar sebagai langkah pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat menjelang Ramadan 2026, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Ia berharap, kegiatan seperti GPM ini dapat membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.

Baca juga: PP KAMMI Dukung Langkah Menkeu Tindak Praktik Saham Gorengan di BEI

“Kita ingin masyarakat bisa terbantu dan lebih bijak mengatur kebutuhan rumah tangga menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Kepri untuk tetap berhemat dalam konsumsi, tanpa mengurangi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Bukan berarti tidak makan, tapi secukupnya saja,” pungkas Ansar.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait