Belum Ditemukan Kasus, Tanjungpinang Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Virus Nipah

virus Nipah
Ilustrasi Virus Nipah. Foto: vietnam.vn

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah, meski hingga saat ini belum ditemukan kasus infeksi virus tersebut di wilayah ibu kota provinsi.

Langkah antisipasi dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap penumpang yang datang, khususnya di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, salah satu pintu masuk utama transportasi laut di Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) untuk melakukan skrining kesehatan, terutama pemeriksaan suhu tubuh penumpang.

Baca juga: Satud Koarmada I Juara Turnamen Domino Danlanudal Cup 2026

“Petugas melakukan screening penumpang dan pengecekan suhu tubuh sebagai langkah awal pencegahan masuknya virus Nipah,” kata Rustam, Senin, 8 Februari 2026.

Rustam menegaskan, hingga kini belum ada warga Tanjungpinang yang terindikasi terpapar virus Nipah. Namun demikian, pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah mitigasi dini.

“Belum ada kasus yang ditemukan, tapi pengawasan tetap kami lakukan secara terus-menerus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Baca juga: Tak Hanya Menulis Berita, Komunitas Jurnalis Kepri Tanam Mangrove di Bintan

Hewan yang berisiko menjadi inang virus ini antara lain kelelawar, yang dapat menularkan virus secara langsung maupun tidak langsung.

Gejala awal infeksi virus Nipah, lanjut Rustam, umumnya meliputi demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, mual, hingga gangguan kesadaran pada kondisi yang lebih berat.

Selain penularan langsung dari hewan, virus Nipah juga berpotensi menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk buah-buahan yang telah digigit atau terpapar hewan pembawa virus.

“Oleh karena itu, masyarakat harus waspada, terutama dalam mengonsumsi makanan dan menghindari kontak dengan hewan-hewan yang berisiko,” tambahnya.

Baca juga: Kenduri Ruwahan di Bintan, Gubernur Kepri Ajak Warga Sambut Ramadan dengan Kebersamaan

Dinas Kesehatan Tanjungpinang juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri, seperti rutin mencuci tangan dan memastikan bahan makanan dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Rustam menekankan, warga yang mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah bepergian dari luar daerah atau luar negeri, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Jangan menunda. Jika merasa tidak sehat atau memiliki riwayat perjalanan, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait