Belasan Terdakwa Pertambangan Jalani Persidangan Putusan, Amzon Divonis 12 Tahun

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pengadilan Negeri (PN) Tanjugpinang menggelar sidang putusan terhadap 12 terdakwa kasus tindak pidana korupsi izin usaha pertambangan Operasi produksi (IUP-OP), Kamis (18/3/2021).

12 terdakwa terima putusan berbeda, sedangkan seorang terdakwa bernama Amzon diputus PN Tanjungpinang selama 12 Tahun penjara tanpa adanya uang pengganti (UP).

Ketua Majelis Hakim PN Tanjungpinang yang dipimpin Guntur Kurniawan dengan 5 hakim anggota ini, membacakan amar putusan.

Diantaramya terdakwa Bobby dan Wahyu Budi Wiyono masing – masing diputus 6 Tahun 3 bulan penjara dengan denda Rp400 juta.

Sementara itu, lanjut Guntur, untuk terdakwa Arif Prate divonis 5 Tahun penjara denda Rp500 juta dan dibebankan uang pengganti sebesar Rp2 Miliar. Dan jika tidak dikembalikan, maka akan ditambah dengan pidana penjara 3 Tahun kurungan.

Baca Juga  Tak hanya makan dan minum, Hal Ini Dapat Membatalkan Puasa

Untuk terdawa Ahmad Divonis 5 tahun 6 bulan denda Rp300 juta dan dibebankan UP sebesar Rp2 Miliar.

Untuk terdakwa Matondak dan Sugeng, masing – masing menerima vonis 5 Tahun 6 bulan, denda Rp300 juta, Uang penggantian Rp7 Miliar jika tidak dibayar akan diganti pidana penjara 3 Tahun 6 bulan.

Edi Rasmadi di Vonis 5 tahhn penjara denda Rp300 juta, dan uang pengganti sebanyak Rp 1 miliar. Jika tidak mengganti akan diganti pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.

Sementara itu, Asman Taufik dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri dituntuy 13 tahun penjara. Namun Majelis Hakim pengadilan negeri (PN) tindak pidana korupsi (Tipikor) Tanjungpinang menjatuhkan vonis terhadap Asman Taufik selama 9 Tahun penjara dan denda Rp400 juta.  

Baca Juga  Enam Kecamatan di Batam Kembali di Zona Merah Covid-19

Terdakwa Junaidi di vonis majelis hakim selama 5 Tahun 6 bulan denda Rp300 juta, Untuk uang pengganti Rp 1,2 Milyar Milyar Subsider 3 Tahun 6 bulan penjara, 

Sedangkan, M. Adrian divonis  4 tahun penjara denda Rp200 juta dan dibebankan uang pengganti sebesar Rp 1 Milyar dan terdakwa Jalil divonis 4 tahun penjara, dan dikenakan Uang pengganti sebesar Rp 800 juta. Jika tidak dibayar akan diganti dengan pidana penjara 3 Tahun Kurungan. 

“Para terdakwa dihukum dikarenakan bersama-sama dan secara sah melakukan tindak pidana korupsi,” jelas Majelis Hakim PN  Tipikor Tanjungpinang. (Yuli-kon/Iman)