oleh

Bea Cukai Tanjungpinang amankan 121.310 batang rokok ilegal saat operasi gempur Periode I

Medianesia.id, Tanjungpinang – Sebanyak 121.310 batang rokok dan 99 liter minuman beralkohol (mikol) ilegal diamankan Bea Cukai (BC) Tanjungpinang saat melakukan Operasi Gempur Periode I yang dilaksanakan
serentak oleh seluruh kantor Bea Cukai di Indonesia pada bulan Mei hingga Juni 2022, Kamis (09/06)

Seksi Humas dan Komunikasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP B Tanjungpinang Faisal mengatakan, Dalam periode pelaksanaan Operasi Gempur tersebut, Bea Cukai Tanjungpinang telah melakukan
kegiatan mulai tanggal 17 Mei hingga 3 Juni 2022 yang dilaksanakan oleh Tim Gempur Rokok Ilegal
Bea Cukai Tanjungpinang.

” Operasi Gempur dilakukan dengan menyasar tempat-tempat penjualan
eceran di wilayah meliputi Tanjungpinang, Kawal, Kijang, Tanjung Uban, Lobam, Lagoi, dan Dabo
Singkep serta wilayah lain di bawah pengawasan Bea Cukai Tanjungpinang” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Faisal, Bea Cukai juga berperan penting dalam menjaga industri dan persaingan pasar produk BKC dalam negeri tetap
kondusif dari ancaman industri-industri ilegal dan BKC ilegal yang beredar meluas di masyarakat.

“Bea Cukai juga turut berupaya mengamankan hak-hak negara dari berbagai potensi kerugian yang
timbul dari beredarnya BKC ilegal tersebut” ucap Faisal

Sejalan dengan peran dan upaya tersebut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai
(KPPBC) TMP B Tanjungpinang sebagai unit vertikal di bawah Kantor Wilayah DJBC Khusus
Kepulauan Riau turut berupaya melaksanakan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal dan
barang kena cukai illegal lainnya yang beredar di pasaran khususnya di wilayah pengawasan Bea cukai Tanjungpinang.

Selain itu, Faisal menambahkan, dalam
rangka menjalin sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya, Bea Cukai Tanjungpinang
didukung dan didampingi oleh SUBDENPOM I/6-1 Tanjungpinang dalam melakukan Operasi
Gabungan Gempur Rokok Ilegal tersebut.

Pada Operasi Gempur Periode I kali ini, Bea Cukai Tanjungpinang berhasil malakukan penindakan
dengan mengamankan barang hasil penindakan (BHP) berupa 121.310 batang Hasil Tembakau tanpa dilekati pita cukai dan 99 liter Mikol impor dengan total perkiraan
keseluruhan nilai barang sebesar Rp 244.008.050.

“Dari semua itu total perkiraan potensi kerugian negara sebesar Rp 160.535.136” tambahnya(Yuli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *