Bappenas: Penyediaan Air Minum Layak dan Aman Jadi Tugas Pokok Bersama

Medianesia.id, Batam – Air memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Selain untuk kebutuhan dasar seperti minum dan memasak, perilaku sanitasi dan hygiene yang aman, penunjang aktivitas keagamaan, adat atau budaya, dan lain-
lain juga menjadi perhatian.

Mengingat, peran dan manfaat air sangat nyata di kehidupan manusia dan makhluk hidup hidup lainnya. Namun demikian, tidak sembarang air bisa digunakan oleh manusia, harus air yang layak dan juga aman, agar kesehatan dan kualitas hidup tetap terjaga.

Sebagaimana diketahui, di Indonesia 89 persen rumah tangga di Indonesia telah memiliki sumber air minum yang layak dan terlindungi. Namun, baru 6,9 persen sumber air minum masyarakat masuk dalam kategori aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga  Enam Kecamatan di Batam Kembali di Zona Merah Covid-19

Kondisi ini membawa berbagai dampak yang tidak diharapkan, terutama untuk anak-anak. Buruknya akses air minum dan sanitasi juga berkontribusi terhadap angka stunting pada anak-anak. Dimana, 28 persen anak Indonesia mengalami stunting.

Oleh karenanya, untuk menjamin semua masyarakat memiliki akses air minum yang layak dan aman, Pemerintah menargetkan 100% akses air minum layak dan 15 persen akses air minum aman di tahun 2020-2024. Bahkan hal ini sudah dimandatkan dalam RPJMN 2020-2024.

“Kita harus menyadari penyediaan air minum yang aman dan layak. Untuk itu, program kerja ini masuk dalam RPJM. Dan sudah menjadi komitmen kita secara global. Bahkan saat ini kita memiliki dua mile stone untuk mewujudkan air minum yang aman dan layak untuk masyarakat,” jelas Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia di sela-sela Online Talk Show ‘Apa Arti Air Bagimu?’ yang ikuti ratusan partisipan dari seluruh Indonesia, pada Jumat (19/3/2021) pagi.

Baca Juga  Tak hanya makan dan minum, Hal Ini Dapat Membatalkan Puasa

Aman yang dimaksud di sini adalah, tambahnya, sumber air minum yang memiliki Aksesibilitas. Baik lokasinya sumber air minumnya berada di dalam atau di halaman rumah (on premises), Selalu tersedia setiap saat
dibutuhkan, serta memenuhi standar kualitas fisik dan Biologiair. Sehingga terbebas dari E.Coli thermal Coli.

Dan untuk mencapai target air minum aman, berdasarkan catatannya diperlukan pendekatan lain yang dapat diutamakan dalam berbagai program-program.

Diantaranya Rencana Pengamanan Air Minum, Pengawasan Kualitas Air Minum (PKAM) dan Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (Pilar 3 STBM).

“Penyediaan air minum adalah tugas bersama. Jadi perlu koordinasi dan kolaborasi semua pihak dalam penyediaan air minum layak dan aman untuk mencapai target RPJMN 2020-2024 dan SDGs 2030,” tegasnya.

Baca Juga  Sosialisasi Cinta Rupiah, Uang Jadi Penunjang Stabilitas Ekonomi

Dan dimomen Hari Air Sedunia ini, pihaknya mengajak semua pihak untuk menghargai sumber air, infrastruktur, layanan air hingga hargai Air sebagai komponen dalam kegiatan sosial ekonomi dan produksi.

“Jadi, mari bersama menghargai air dan mewujudkan akses air minum aman bagi semua,” jelasnya. (Iman Suryanto)