Bantuan Sosial Tunai Covid-19 Tanah Datar Mulai Didistribusikan

Medianesia.id, Tanah Datar ,Tanah Datar – Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat berpenghasilan rendah terdampak Pandemi Covid 19 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tanah Datar untuk penerima lanjutan dan penerima tambahan didistribusikan dalam 2 hari dimulai hari ini, Selasa (8/9/2020) ke seluruh nagari se Kabupaten Tanah Datar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak H. Yuhardi saat meninjau pelaksanaan pembagian BST di Nagari Parambahan Kecamatan Lima Kaum didampingi Camat Lima Kaum Hendra Setyawan dan Forkompinca.

“Pencairan dana BST Tahap lanjutan ini sebesar Rp.16.306.500.000, untuk 32.613 KK dengan rincian penerima awal tahap kedua sebanyak 16.648 KK dan ditambah 15.695 KK penerima tambahan. Semuanya Insya Allah selesai dibagikan dalam 2 hari ini,” ujar Yuhardi.

Baca Juga  Pasutri Pengedar Uang Palsu di Tanjungpinang Dibekuk Polisi

Yuhardi mengungkapkan, BST bersumber APBD, direncanakan diberikan untuk 3 kali penerimaan dimana tahap awal telah diberikan Rp.600 ribu per KK, namun karena keterbatasan dan kemampuan APBD serta penambahan KK penerima, terpaksa untuk BST tahap kedua dikurangi menjadi Rp.500 ribu.

“Penerima BST tahap awal 16.648 KK akan diberikan satu kali lagi Rp.500 ribu dan 15.965 KK tambahan juga satu kali sebesar Rp.500 ribu. Hal ini terpaksa kita lakukan karena melihat kemampuan serta keterbatasan kemampuan keuangan daerah,” ujar Yuhardi.

Kemudian Yuhardi juga menghimbau, pihak pemerintahan nagari yang mendistribusikan ke penerima hendaknya menerapkan protokol kesehatan Covid 19, sehingga potensi penyebarannya bisa diminimalisir.

“Penyaluran BST dilakukan harus sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 dengan memastikan seluruh penerima BST menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Kalau ada yang melanggar, diharapkan petugas mengingatkan untuk dipatuhi dulu, baru kemudian dibagikan, hal ini untuk kebaikan kita semua mengingat kondisi saat ini,” tukas Yuhardi.