Anggota Komisi IV DPRD Kepri Minta Ketua Gugus Tugas Kepri Bekerja Maksimal

Medianesia.id, Batam – Berkaca pada meningkatnya jumlah warga di Provinsi Kepri yang terkonfirmasi Covid-19 membuat Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sugianto geram.

Mengingat, peningkatan tersebut menandakan kinerja dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri tidak bekerja dengan maksimal.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Gugus Tugas, khususnya Ketua Gugus Tugas di Kepri untuk bekerja lebih maksimal dan bekerja dengan serius untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19

“Untuk Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepri jangalah banyak agenda-agenda yang tidak terlalu penting dan seremonial saja. Coba dicarikan langkah-langkah pasti dan jitu untuk bisa menurunkan jumlah warga Kepri yang terkonfirmasi Covid-19,” tegas Sugianto.

Baca Juga  Berprestasi Butuh Pijakan, Simak 7 Langkah Berikut untuk Karir Jangka Panjang Kamu

Politisi PDI Perjuangan ini pun melihat, Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Kepri terlihat tidak memiliki kemauan untuk bertindak dan melakukan penanganan Covid-19 secara serius.

Sehingga menimmbulkan rasa tidak percaya lagi dari masyarakat terhadap Satgas Covid-19 ini. Walhasil banyak dari keluarga pasien yang dengan nekat dan memaksa untuk membawa keluarga yang terkonfirmasi positif tanpa mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku.

“Saya lihat Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Kepri ini tidak bekerja dengan maksimal. Dan menimbulkan kesan rasa ketidakpercayaan dari masyarakat. Buktinya, banyak kasus dari keluarga pasien yang dinyatakan positif covid-19 diketahui nekat mengambil sendiri jenazah dari rumah sakit. Bahkan baru-baru ini terjadi pemukulan terhadap tim medis di rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga  Ikatan Dokter Indonesia (IDI): Herd Immunity Baru Terbentuk 2023

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Kepri untuk bekerja maksimal dan melakukan terobosan-terobosan jitu. Sehingga penanganan covid-19 bisa lebih maksimal di Kepri dan rasa kepercayaan dari masyarakat bisa kembali lagi. (Iman Suryanto)