9 Unit Mobil Mewah Disita Penyidik Kejagung atas Dugaan Korupsi PT Asabri

Kejagung amanka 4 unit mobil milik IWS

Medianesia.id, Tanjungpinang – Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepulauan Riau (Kepri) membenarkan adanya penyitaan barang bukti Mobil mewah¬† milik tersangka IWS yang diamankan tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Jum’at (26/03)

Sebelumnya Tim penyidik Kejagung telah mengamankan 5 mobil mewah milik tersangka diantaranya 1 unit mobil Range Rover Sport 3.0 No. Polisi B 2881 PBO, 1 unit mobil Range Rover No. Polisi B 2728 STN, 1 unit mobil Toyota Camry No. Polisi B 206 BSA,   1 unit mobil Honda CRV No. Polisi B 225 MLK dan  1  unit Range Rover No. Polisi B 611 FN. 
Barang bukti tersebut akan disita dan selanjutnya akan dilakukan penaksiran oleh kantor jaksa penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan untuk penyelamatan kerugian negara.

Baca Juga  Melayu Square Menjadi Lokasi Pertama Menerima Pembayaran Non Tunai

25 Maret 2021 Kemarin, kembali tim penyidik Kejagung amankan 4 unit mobil milik IWS yang telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi  Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 Triliun.

“Setelah penyitaan 5 unit mobil mewah tim penyidik kembali amankan 4 unit mobil mewah tersangka” jelas Jendra Firdaus.

Kejagung amanka 4 unit mobil milik IWS
Kejagung amanka 4 unit mobil milik IWS
Kejagung amanka 4 unit mobil milik IWS

Adapun 4 unit mobil mewah tersebut yakni 1 unit mobil Toyota Vellfire warna putih No. Polisi B 119 ASR, 1unit mobil Honda HRV warna hitam No. Polisi B 209 EAN,  1unit mobil Mitshubhisi Outlander warna hitam No. Polisi B 723 RIF dan 1 unit mobil Toyota Innova Venturer warna putih No. Polisi 2984 PFE.

Baca Juga  Melayu Square Menjadi Lokasi Pertama Menerima Pembayaran Non Tunai

Terhadap aset-aset Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya. 

(yli)